www.eternamedica.com
Login
News
20 Januari 2014
BEKAS JERAWAT FILIPINA
Ada Jerawat, selalu timbul masalah baru,,Bekas jerawat.., Cari tau disini ya.., gimana kelanjutan dari Jerawat Filipin menuju Level Bekas Jerawat Filipin.., :D detail

20 Januari 2014
JERAWAT FILIPINA
WoooowwwWwww, Jerawat filipina, Jenis Jerawat baru ya..??? Jerawat Indonesia saja banyak, ada lagi jerawat Filipin..,hahaha yuk intip sedikit tentang Jerawat Filipin.!! detail

30 Oktober 2013
Usia Tepat Memulai sikat gigi.
Sejak kapan kita sebagai orang tua mulai memperkenalkan sikat gigi? detail

11 Oktober 2013
Kopi & Jerawat
Apakah kopi boleh diminum oleh penderita jerawat? Ternyata banyak temuan baru dibalik kelezatan minuman yang satu ini detail

» index berita

JERAWAT FILIPINA


20 Januari 2014

Dulu saya pernah kos di Singapura selama sebulan sebelum kembali tanah air. Kira-kira pertengahan tahun 2003. Saat itu masih gampang cari kos-kosan di perumahan dekat National Skin Centre di Mandalay Rd. Rumah kos saya tidak kecil tapi tidak juga besar. Hanya ada 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur dan 1 kamar mandi. Ibu kos saya menempati satu kamar saja 2 kamar lainnya dia sewakan. Waktu itu teman kos saya seorang dokter Malaysia. Selain kita bertiga, ada seorang pembantu yang diimpor ibu kos dari Filipina. Beliau harus mendatangkan PRT ini karena amat jarang di rumah. Beliau punya beberapa toko di daerah Sim Lim. PRT Filipina ini bernama Maria. Usianya saat itu masih belia, baru sweet seventeen katanya. Saya kurang percaya karena sudah gonta ganti pacar berkali-kali. Mulai dari ujung pulau Sentosa sampai daerah Punggol. Mulai dari tukang batu sampai saudagar pasir pernah dipacarinya.

 

Raut wajahnya memang amat mirip pelantun lagu „Dirijek aja“ si Janita Janet . Penampilannya juga mirip penyanyi  Dewi Persik. Serba menor, minim dan asesoris yang cetar-cetar. Waktu saya pertama kali ketemu juga sempat terkecoh. Saya kira anak ibu kos. Untung dia ngaku. Pokoknya dalam hal penampilan tak ada yang mengira. Serba modis. Ibu kos pun kalah dalam hal mode.

 

Bahkan terkadang saya lihat si ibu kos sering meniru mode gaya berpakaian si Maria. Mungkin bila tak ada Maria si Ibu kos masih sering dasteran di rumah. Gara-gara Maria waktu itu bila si ibu akan beli pakaian maka dia akan konsultasi dulu dengan Maria. Pilihan Maria yang serba menor dan minim kain saya anggap agak tidak pas, bahkan cenderung mengganggu kesehatan penglihatan saya.  Karena mode tubuh ramping Maria sudah barang tentu tidak pas di tubuh ibu kos yang gemuk. Untungnya si Maria ini pandai memuji dan menyoraki si ibu. „WOW! You look so sexy miss Liem!“ begitu teriakan Maria bila si Ibu pulang membeli pakaian pilihan Maria. Padahal pusarnya perut si ibu sampai kelihatan kemana-mana. Bulu keteknya juga menyembul ke sana-sini. Pokoknya kurang menyehatkan mata. Tapi itu memang kehebatan Maria! Selain dalam hal mode, Maria juga punya informasi canggih melebihi pusat informasi turis di Singapura.

 

Karena saya masih asing dengan Singapura kala itu maka si Maria ini menjadi tempat saya bertanya-tanya. Karena dia satu-satunya orang yang ada waktu dan gampang saya cari. Ibu kos amat jarang di rumah. Tokonya adalah rumahnya. Sedangkan rekan sejawat dokter malaysia saya juga sering pulang kampung saat weekend.  Maria paling jago kalau ditanya tempat-tempat shopiing. Terutama toko-toko yamg menjual baju dan kosmetik murah. Segala keperluan wanita yang harganya amat miring dengan kualitas lumayan. Maria juga sanggup menemukan pasar-pasar loak tradisional yang hanya terkenal dikalangan PRT seluruh Singapura. Jangan dikira barang loakan murahan. Yang dijual di situ sebagian besar bermerk dan masih dalam kondisi amat layak pakai. Orang singapura menjualnya karena sudah out of date dan lemari pakaiannya sudah tak muat lagi. Maria ternyata juga sekretaris semacam paguyuban PRT Filipina se Singapura. Makanya saya tak heran info intel dia amat dapat diandalkan!

 

Bahkan ibu kos bila sedang bertengkar dengan tetangganya, maka dia akan menugaskan Maria untuk mencari kelemahan-kelemahan rivalnya ini melalui PRT yang bekerja di tetangganya itu. Bila tiba saatnya perang mulut tiba, si ibu membongkar semua kejelekan-kejelekan rivalnya sambil ditonton tetangga-tetangga yang lain. Saat itu memang  ibu kos saya selalu jadi pemenang perang . Bisa dibayangkan bangganya si ibu sanggup memukul kalah lawannya di depan penonton sekitar perumahan. Maria memang istimewa. Saya sendiri kagum sama Maria ini. Sampai-sampai saya sempat berkeyakinan bahwa suatu saat Maria bisa jadi presiden wanita kedua di Filipina!

 

Di suatu minggu pagi tiba-tiba Maria menggedor-gedor pintu kamar saya. „Help..help uncle doctor!“ teriaknya. Saya lihat jam tangan baru pukul 6 pagi. Takut ada apa-apa sambil sempoyongan saya bangun dan lari membuka pintu. „What?“ tanya saya masih setengah sadar.“I got acne uncle doctor!“ balasnya dengan wajah seperti sedang dikejar pocong sambil menunjuk sebuah jerawat kecil diujung hidunnya. Langsung saya tepok jidat. „Wah, Maria, Maria, you wake make me up because of one little tiny acne, like there is fire in the whole Singapore!“. Rada kesal juga saya. Karena saya waktu itu baru tidur subuh-subuh. „Just calm down. I fix it today. Let me sleep till 10. I just slept for only 3 hours.“. „Oh, sorry sorry uncle doctor. I do not know. Promise me OK? I am so scare“ jawabnya sambil menutup pintu. Saya kembali tidur.

 

Saat mau mandi saya lihat di pinggir pintu saya ada koran Strait Times dan roti bakar lengkap dengan teh tarik kesukaan saya diletakkan di atas meja kecil. „Pasti kerjaan si Maria“ pikir saya. Selesai mandi dan berpakaian, Maria datang menemui saya di meja dapur. Lengkap dengan pakain seragam disco nya yaitu celana pendek setinggi pangkal paha dan kaos T shirt ketat merah muda. „Morning Maria, Thanks Maria for the paper and breakfast yah“  sambut saya. Selanjutnya saya terjemahkan bahasa dialog Singlish kita.

 

„Sama-sama om dokter, sekarang gimana nih jerawat saya? Nanti malam saya mau ngedate nih. Malu kalau jerawatan. Di hidung lagi. Kayak badut!“

„Tenang Mar! Detik ini mau hilangpun saya bisa!“ jawab saya.

„Wah! Beneran ya om dok?,  saya sudah ngetwit dokter di Twitter katanya gak bisa sehari sembuh“ Welehh..ternyata Maria ini gaul abis. Facebook ada, Ngeblog juga nulis meskipun isinya lebih banyak foto-foto selfie dia sama temen-temennya. Sekarang ngetwitter!

„Kalo sekalian sama idungnya mau?“ canda saya.

„Oh ya jangan om dok, biar pesek tapi idung saya bawa rejeki sama pacar saya suka nyubit-nyubit idung ini. Coba kalo ada jerawatnya kan sakit kalo dicubit. Kalo ga dicubit kurang asik pacarannya om dok!“

„Kalo sembuh nanti malam ya ga bisa Mar!. Biar tukang sulap pasti juga ga bisa. Maksimal tiga hari deh. Nanti saya mampir NSC (National Skin Centre) saya racikan sendiri buat kamu.OK?“

„Makasih makasih om dok!“ katanya centil sambil memonyong-monyongkan bibirnya seperti gaya Marilyn Monroe.

 

Selang sebulan Maria sudah tenang.  Jerawat di hidungnya sudah lenyap tak berbekas. Malah katanya sekarang tambah mancung karena sering dicubit pacarnya. Tapi ketenangan itu tak berlangsung lama. Minggu pagi itu dia komplen saya: „Uncle doctor my acne come back agaiiiiiiin! Why!!!!!!“

„Pasti sabun sama krim-krimnya abis ya?“ tanya saya.

„Eaaaaaaah om dok.  Zeblll ellll ellll“ begitu jawabnya kira-kira kalo ada alay jaman itu.

„Ya wajarlah!“ timpal saya.

„Masa saya harus setiap hari pake krim-krim ituuuu? Aku ga mau ketergantungan krim-krim om  doook.“

Ini yang bikin saya galau kalau dia ngomongnya sudah ditarik-tarik seperti main sinetron.

„Saya mau tanya ya, setiap hari mandi pakai sabun, keramas pakai shampoo, apa itu ketergantungan? Padahal jaman dulu orang mandi pakai air biasa saja.  Apalagi keramas.“

„LHO? Itu kan laeeeen om doooook! Sekarang kan jaman sudah majuuuu...harus sabunan, pake shampoooo, pake minyak wangiiii, pake kuteeeeek. Biar gauuuuuul!“

„Ya sama saja Mar. Tipe kulit muka kamu itu berminyak jadi perlu perawatan ekstra biar ga terlalu berminyak dan jadi jerawat. Itu juga namanya kemajuan jaman Mar! Namanya gaul ya harus ikut kemajuan jaman kan“ terang saya.

„Oh, really ya om dok???“ Sambil mikir-mikir panjang. „Saya jamin! Kalau pakai racikan saya masih jerawatan itu baru gak gaul“ membuat tambah dia tambah mengernyitkan dahinya.

 

Untunglah Maria ini tak bodoh-bodoh amat. Sewaktu seleksi pengiriman tenaga PRT oleh pemerintah Filipina katanya nilai bahasa inggrisnya tertinggi sepanjang sejarah perTKWan Filipina. Setelah dia mengikuti anjuran saya untuk rajin dan disiplin memakai perawatan saya, jerawatnya jarang muncul. Bila munculpun tak lebih dari satu biji. Dan yang terpenting tak nongol di ujung hidungnya lagi.

 

Kini si Maria sudah pulang kampung. Terakhir saya bertemu di tahun 2006. Saat itu katanya dia sudah punya modal untuk buka salon di desanya  dan sudah ada calon suaminya pula di situ. Dan wajahnya sudah mulus meski harus tetap pakai krim perawatan saya. Katanya nanti para PRT Filipino mau dia suruh berobat jerawat ke saya. Sayang saat itu saya masih lupa saja menanyakan akun twitter nya.

Ba bay Maria. Gud lak sa `yo! 



Baca juga
  » 20 Januari 2014
BEKAS JERAWAT FILIPINA
Ada Jerawat, selalu timbul masalah baru,,Bekas jerawat.., Cari tau disini ya.., gimana kelanjutan dari Jerawat Filipin menuju Level Bekas Jerawat Filipin.., :D

  » 30 Oktober 2013
Usia Tepat Memulai sikat gigi.
Sejak kapan kita sebagai orang tua mulai memperkenalkan sikat gigi?

  » 11 Oktober 2013
Kopi & Jerawat
Apakah kopi boleh diminum oleh penderita jerawat? Ternyata banyak temuan baru dibalik kelezatan minuman yang satu ini

  » 3 Oktober 2013
Jerawat saat Hamil
Tak sedikit ibu hamil menderita jerawat. Bagaimana caranya agar tampil cantik saat hamil dan setelah hamil? Bisakah jerawat diatasi saat hamil?

  » 3 Oktober 2013
Perawatan Wajah Berminyak
Memiliki wajah berminyak berisiko untuk timbul jerawat & muka kusam. Karenanya diperlukan perawatan ekstra agar muka cerah dan mulus. Selain itu juga sabun yang tepat serta cara pakai yang benar.

Search
Search:
Shopping Cart
shopping cart
Information
Others